Fungsi Alternator Pada Sistem Pengisian Mobil
Fungsi Alternator pada sistem pengisian kendaraan beroda empat - Pada sistem pengisian listrik di kendaraan beroda empat (charging system), alternator berfungsi untuk mengubah energi gerak menjadi energi listrik.
Energi listrik yang dihasilkan oleh alternator ini dipakai untuk mensuplai kebutuhan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan di kendaraan beroda empat sesudah mesin hidup menyerupai contohnya untuk menyalakan lampu-lampu, radio tape, AC mobil, dan lain lain.
Selain itu, energi listrik yang dihasilkan oleh alternator ini juga dipakai untuk mengisi kembali baterai (aki) biar jumlah listrik di dalam baterai selalu ada dan tetap terjaga.
Jadi, disaat mesin kendaraan beroda empat sudah hidup dan berputar, maka alternator inilah yang akan menghasilkan listrik bagi seluruh komponen kelistrikan di kendaraan beroda empat sekaligus untuk mencas baterai (aki).
Alternator sendiri bekerja dengan cara diputar oleh sebuah belt yang terhubung dengan pulley di mesin. Sehingga ketika mesin berputar maka komponen dalam alternator yang disebut rotor coil, juga akan berputar dan membangkitkan arus dan tegangan listrik.
Baca juga :
Selain rotor coil, didalam alternator juga banyak terdapat komponen-komponen lainnya yang mempunyai fungsi yang berbeda pula menyerupai contohnya :
Untuk pembahasan yang lebih lengkap perihal komponen-komponen alternator berserta dengan fungsi-fungsinya silahkan baca pada artikel komponen alternator dan fungsinya.
Nah demikanlah pembahasan singkat perihal fungsi alternator pada sistem pengisian kendaraan beroda empat ini sanggup ombro sampaikan semoga sanggup bermanfaat.
Artikel ini diarsipkan pada kategori : Teori-Otomotif Sumber https://bacabrosur.blogspot.com/
Energi listrik yang dihasilkan oleh alternator ini dipakai untuk mensuplai kebutuhan arus listrik ke seluruh sistem kelistrikan di kendaraan beroda empat sesudah mesin hidup menyerupai contohnya untuk menyalakan lampu-lampu, radio tape, AC mobil, dan lain lain.
Selain itu, energi listrik yang dihasilkan oleh alternator ini juga dipakai untuk mengisi kembali baterai (aki) biar jumlah listrik di dalam baterai selalu ada dan tetap terjaga.
Jadi, disaat mesin kendaraan beroda empat sudah hidup dan berputar, maka alternator inilah yang akan menghasilkan listrik bagi seluruh komponen kelistrikan di kendaraan beroda empat sekaligus untuk mencas baterai (aki).
Alternator sendiri bekerja dengan cara diputar oleh sebuah belt yang terhubung dengan pulley di mesin. Sehingga ketika mesin berputar maka komponen dalam alternator yang disebut rotor coil, juga akan berputar dan membangkitkan arus dan tegangan listrik.
Baca juga :
- Cara kerja alternator kendaraan beroda empat dan nama-nama komponennya
- 3 Fungsi sistem pengisian pada mobil
- Komponen-komponen sistem pengisian mobil
Selain rotor coil, didalam alternator juga banyak terdapat komponen-komponen lainnya yang mempunyai fungsi yang berbeda pula menyerupai contohnya :
- Pulley alternator berfungsi sebagai roda penghubung antara rotor coil dengan pulley mesin melalui sebuah belt.
- Rotor coil berfungsi untuk membangkitkan medan magnet sehingga sanggup membuat induksi elektromagnetik di stator coil
- Bearing berfungsi sebagai referensi di kedua ujung poros rotor coil biar rotor coil sanggup berputar dengan lancar mengikuti putaran mesin
- Stator coil yang berfungsi sebagai pembangkit arus dan tegangan listrik
- Dioda rectifier berfungsi untuk menyearahkan arus listrik yang muncul dari stator coil
- IC regulator berfungsi untuk mengatur tegangan listrik yang kerluar dari alternator biar selalu stabil di kisaran 14 volt dc
- Cover alternator berfungsi sebagai daerah dudukan dan pelindung seluruh komponen di dalam alternator
Untuk pembahasan yang lebih lengkap perihal komponen-komponen alternator berserta dengan fungsi-fungsinya silahkan baca pada artikel komponen alternator dan fungsinya.
Nah demikanlah pembahasan singkat perihal fungsi alternator pada sistem pengisian kendaraan beroda empat ini sanggup ombro sampaikan semoga sanggup bermanfaat.
Artikel ini diarsipkan pada kategori : Teori-Otomotif Sumber https://bacabrosur.blogspot.com/